Bertingkah dengan yang apa adanya
Bergurau menjadi yang terbiasa
Itulah si hijau dengan pipi jambu penuh pesona
Kihkih
Tempoh hari,
Katanya, si hijau itu merajuk?
Ye. . . 'Dia' merajuk.
TAPI. . .
Bukanlah sebenarnya ingin dipujuk sangat
Bukanlah sebenarnya ingin perhatian hebat
Cuma ingin diberi tahu pada dunia jagat
Yang dia si hijau ini
Juga punya sekeping hati yang perlu di jaga
Juga punya rasa yang masih perlu ditimbang tara
Tak perlu diambil berat setiap saat
Tak perlu diberitakan setiap yang di buat
Dan
Tak perlu pun diceritakan tiap-tiap yang tersirat
Cukuplah
Jaga ikhtilat
Sama juga macam kita jaga aurat
Si hijau yang keras memang hambar dengan ayat-ayat cinta penuh nista
Si hijau yang keras memang tawar dengan gula-gula kata raih pesona
Bukan tidak suka
Bukan tidak di damba
Tapi masanya belum pun tiba
Redha-Nya belum bersama
Jangan ditempah murka dari-Nya
Hati yang luka akan terpujuk jua
Kerana si hijau keras masih punya JIWA
Jiwa yang berfikir dengan fitrah dewasa
Jiwa yang bertingkah lagak si bijaksana
Dan Jiwa yang takkan goyah selagi ada TUHANnya di Atas sana.
##Tiap apa yang mematah tegakmu
Tiap yang menolak
Tiap yang memijak henyak
Biar di belakangmu
Jangan di kenang
Moga dibuang dendam & sayu
Tuhan jangan kau izin aku lupa
Jangan kau biarkan aku mendepang dada
Pasakkan hatiku pada kaki
Paksakan ku tunduk sehingga mati..
..fynn Jamal|Terbang tunduk..
Ok sudah.. :)
Si hijau dah tak merajuk lagi
Hatinya itu terpujuk jua sendiri
Bila muhasabah diri ingat Illahi :)
Kerikir yang keras juga punya pahatnya untuk dibentuk
Juga berlekuk dengan hadirnya air
Juga terkesan dek biasan angin
Inikan sekeping hati si hijau yang kerdil :)
Hey! Arjuna, hikmahlah dalam menangani si hijau.
Nanti-nanti dia lentur jua.

Tiada ulasan:
Catat Ulasan